Ketika Nelayan Pulau Sapuka Pangkep Bersepakat Batasi Penangkapan Teripang

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang

Andi Nur Apung S,Pi., M,SI dengan sumringah memperlihatkan sejumlah dokumentasi kegiatan dan selembar kertas bertandatangan. Kertas itu adalah sebuah dokumen kesepakatan yang telah ditandatangani sejumlah nelayan dan aparat pemerintah di Pulau Sapuka, Kelurahan Sapuka, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.

“Ini adalah kesepakatan yang telah ditandatangani nelayan pada sebuah pertemuan September 2022 lalu. Ini tak mudah, melalui proses diskusi yang panjang dan alot. Tapi mereka kemudian bersepakat untuk membatasi penangkapan teripang dan segi ukuran dan lokasi tangkapan,” ungkap Nur Apung kepada Mongabay, di Makassar, Sabtu (29/10/2022).

YRCI Menggelar Lokakarya Parapihak Mendukung Aksi Perikanan Skala Kecil Berkelanjutan

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang

YAYASAN ROMANG CELEBES INDONESIA (YRCI) Menggelar LOKAKARYA Parapihak Mendukung Aksi Perikanan Skala Kecil Berkelanjutan di Provinsi SUL- SEL, Jumat, 25/11/2022.

 Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan KKP, DKP Sulsel, Pemda kabupaten-kota, LSM, universitas dan perwakilan  masyarakat.  Selain  itu,  menghadirkan narasumber seperti DKP Sulsel yang diwakili oleh Marhanah, akademisi FIKP Unhas, Dr Assir Marimba serta Wahyu Teguh (Team Leader RIT Program Kemitraan – Burung Indonesia).

Hadir pula Dedi S. Adhuri P.hD, Peneliti Utama BRIN & Anggota DPP Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia/KNTI, Ridwan, S.Hut., M.Sc (Project Officer The Asia Foundation/TAF, Andi Nur Apung Masiseng, S.Pi., M.Si (Program Manager YRC-Indonesia) dan Kepala Balau Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut BPSPL Makassar yang diwakili Andi Jaya.

Foto Kegiatan

©2026 Yayasan Romang Celebes Indonesia.

Search